Pages

motor listrik

Maranello -Tidak sembarang orang bisa membeli supercar hybrid terbaru Ferrari, LaFerrari. Selain dibanderol dengan harga yang sangat tinggi, Ferrari LaFerrari ini juga diproduksi dalam jumlah yang terbatas, hanya 499 unit saja. ? oto.detik

mobil yang sepat jaya di era 60-ane

Hino Contessa 900 Sprint tahun 1962 buatan Jepang dipamerkan di Toyota Automobile Museum Classic Car Festival di Jingu Gaien, Tokyo. (dok Toyota). oto.detik

MOTOR JADUL BMW

Berlin -BMW Motorrad akhirnya mulai memproduksi motor berdesain retro mereka, BMW R nineT. Motor ini mulai diproduksi di Berlin, Jerman. oto.detik.com

Ini Akibatnya Jika Memakai Octane Booster di Mobil

Jakarta -Otolovers, banyak pengguna mobil atau motor yang menambahkan zat aditif octane booster (peningkat oktan) di tangki BBM untuk meningkatkan performa. Tapi sebaiknya harus berhati-hati, sebab octane booster bisa membuat mesin kendaraan bermasalah.oto.detik.com

Toyota Aqua G Sports, Kecil-kecil 'Cabe Rawit'

Nagoya - Toyota baru saja memperlihatkan versi sporty dari hatchback hybrid mereka, Aqua di Tokyo pada November lalu. Berlabel Aqua G Sports, mobil ini diracik ulang oleh Gazoo untuk memberikan sensasi berkendara yang lebih garang. Bagaimana kemampuan sebenarnya mobil ini?. oto.detik.com

Sabtu, 07 Desember 2013

Cognitive Domain of the Taxonomy Education ( Knowledge and Comprehension)

Knowledge Knowledge is defiined as the rememberong of previosly learnes material. Thiw may involve the recall of a wide tange of material, from spesific fact to complete theoris, but all that is requre is bringin to mind of the appropriate information. Knowledge represents the lowest level of learning outcomes in the cognitive domain. Ilustrative General Instructional Objektive Know common terms Knows sprsific facts Knows methods and procedures Knows basic consepts Knows principles Illustrative Verbs for Stating Specific Learning Outcomes Defines, describe,identifies, lebels, list, match, names, outline, reproduces, selects, states Comprehension Comprehension is defined as the ability to grasp the meaning of material. The may be shown bya translating material from ane from to another (words to numbers), by interpreting material (explaining of summarizing), and by estimimating future trends (predicting consequence or effects). These learning outcomes go one step beyond the simple remembering of material, and represent the lowesr level of understanding. Ilustrative General Instructional Objektive Understands facts and principles Interprets verbal material Interprets charts and graphs Translatesverbal material to mathemical formulas Estimates future consequnces implied in datajustifies methods and procedures Illustrative Verbs for Stating Specific Learning Outcomes Converts, defends, distinguishes, estimates, explain, extends, generalizers, gives examples, infers, paraphrases, predicts, rewrites, sumamarizes.

ANGKET PRA PENLITIAN

Pada kali ini saya akan sedikit berbagi mengenai tentang angket observasi atau angket kebutuhan pada penelitian pendididkan. Pada bahasan yang sebelumnya ada mengenai pembahasaan tentang angket pra penelitian. Manfaat dari angket pra penelitian yaitu untuk mengetahui perlu atau tidak penelitian itu dilakuakan di seolah yang akan dijadikan tempat penelitian. Biasanya dalam angket kebutuhan akan ada alternatif jawaban 4 atau 5, dengan kata sangat setuju (SS), Setuju (S), Tidak Setuju, dan Sangat Tidak Setuju (STS), dimana setiap kata ada meliki poinnya masing – masing.
ini adalah contoh bagian cops angket penelitian dengan 4 pilihan jawaban. untuk pilihan jawaban bisa dimodifikasi sesuai dengan kebuuhan. sedangkan untik isian pernyataannya diis dengan kaliaman dan disesuai dengan kebuthan, untuk pernyataaan jangan selalu bernilai positif juga diberi pernyataan yang bernilai negatif. sebagai contoh pernyataan yang bernilai positif Pembelajaran menyenangkan karena menggunakan metode yang menyenangkan, sedangkan yang bernilai negatif
ini adalah salah satu contoh pada siklus model pemblajaran yang akan digunakan untuk penelitaian sebelum dilakuakan penelitian mengembil data untuk angket kebutuhan. untuk mengetahui perlu atau tidak dilakuakan penelitian.

Jumat, 06 Desember 2013

LANDASAN TEORI

Pada kali saya kan sedikit berbagi tentang menulis referensi untuk landasan teori pada penelitian untuk pendidikan. Dari ilmu yang saya peroleh dan pengalaman teman-teman saya untuk penulisan landasan teori kadang memng tidak menjadi hal yang ditakuti untuk para penulis namun hal seperti ini yang perlu digaris bawah karena jangan sampai saaat penulisan untuk landasan tori materi atau hal – hal yang ada pada buku itu ditulis semua sama dengan yang dibuku, tidak tersebut kurang baik karena hanya mengcopi saja istilahnya alangkah bijaknya bila penulisan pada landasan teori mengambil inti kalimatnya saja lalu mengembangkan kata – kata terseut dengan bahasa peneliti sendiri. Untuk sumber – sumber dalam penulisan landasan teoi itu bisa dari buku, artikel/jurnal, internet dan lain –lain yang menunjang dengan penelitian yang sedang dilakukan. Penggunaaan jurnal sebagai sumber sangatlah berguna bahkan sangat penting yaitu penelitian terdahulu mengenai topik penelitian yang sedang dikerjakan karena dapat sebagi referensi apa yang dikerjakan sja dalam penelitaian dan penggunaan jurnal terdahulu ketika saya mengalaminya harus ada dua untuk memperkuat dan berkaitan dengan penelitian yang dilakukan. Saat penulisan landaan teori ada hal yang tak boleh dilupakan yaitu penulisan pengarang, halaman dan tahun buku, selain ditulis pada daftar pustaka yang secara lengkap juga ditulis di kaliamat tau kata – kata yang dikutup dalam penulisan dengan formal yang ditentukan, contoh (Sudjana,272 : 2002) itu merupakan hal yang wajib, karena kita mengutip salah satu kalimat falam bukunya dan juga sebagai penghargaan terhapap karya seseorang yang kita pakai. Penulisan landasan teori berdasarkan pengalaman saya, selain menuliskan secara konseptual sesuia dengan buku atau sumber juga harus diberi kalimat secara oprasional. Mengapa perlu menggunakan kalimat opersional? Karena ddengan kalimat opersional dapat menjelaskan kalimat koseptual yang mungkin sulit dipahami pembaca menjadi mudah, jika nantinya hasil penelitian dipublikasikan tidak semua orang dapat menafsirkan atau memilikir pemikiran yang sama dan oleh sebab itu kalimat tersebut dijelaskan dengan bahasa yang mudah dipahami oleh pmebaca nanti, jika bisa diberi contohnya untuk mempermudah penyerapan. Dalam landasan teori harus ada bagian yang menjelaskan kerangka berfikir penelitaian yang sedang dilakukan kerangka berfikir bisa dalam bentuk kalimat ataupun bagan. Jika kerangka berfikir akan dibuat bentuk kalimat dalam bentuk narasi, disitu menceritikan tetang alasan melakukan penelitian hampir sma dengan latar belakang menurut saya. Jika dibuat bagan maka akan mempersimpel tamplan namun kadang tidak semua orang bisa merima dengan seperti itu dan alangkah baiknya disesuaikan saja dengan kebutuhan. Hal yang perlu ada selanjutnya adalah mengenai hipotesa atau jawaban sementara mengenai penelitaian ada jika meliahat kerangka berfikir yang diuraikan. pada kerangka berfikir memperikan jawaban atau dugaan sementara mengenai penelitian yang dilakuakan sebelum diuji secara empiris atau dengan yang lain. Sekian dari saya seoga bermanfaat bagi pembaca

Rumusan Masalah, Tujuan dan Manfaat

Pada kali ini saya akan berbagi cara merumusakan masalah, menuliskan tujuan, dan manfaat masalah pada penilitian pendidikan. Ketika akan merumuaskan maslah sebaikanya perumusan malah mengacu pada judul penelitaian dengan mengambil benang merah dari judul dan latar belakang, akan terjadi sinkronisai. Pada perumusan masalah jangan menggunakan kalimat tanya yang menanyakan kembali, seperti kata apakah, hindari penggunakan kata tersebut , gunakan kalimat tanya yang terdengar ilmiah ya itu saran dari saya. Dalam penulisan rumusan malah carailah permasalah yang nantinya akan mudah dijawab pada bab selajutnya dan mempermudah penulisan, jangan membuat rumusan maslah yang akan membingungkan nantinya pada saat pembahasan masalaha yang pada akhirnya akan memyusahahkan diri sendiri. Untuk penentuan tujuan penelitian menjelaskan bahwa penelitaian ini memiliki tujuan yaang disesuaikan dengan rumusan malah yang dibuat agar terjalin benang merah. Maka dari itu sangatlah penting dalam penyusun maslah menggunakan kalimat yang tepat untuk bisa menggambarkan penelitian dan tujuan datap terbaca dengan jelas oleh pembaca. Manfaat penelitian deisesuaikan kepada sipa penelitian ini ditunjukan contoh penelitian pada dunia pendidikan maka dijelaskan yang terlibat dalam penelitian tersebut siapa saja selain peneliti seperti siswa, dan guru. Dalam penulisan maanfaat harus difikirka secara matang yang nantinya dapat digunakan sebagi tamabahn pada simpulan dan saran, serta gunakan bahsa dan aklimat yang baku yang mudah dipahami oleh pembaca yang membacanya Dari ketiga penjelasan diatas maka ketiga poin tersebut sangat krusial sekali dalam penulisan sekripsi karena akan menetukan dibawa kemana penelitian tersebut, Yang nantinya akan mempermudah dalam penulisan bab – bab selanjutnya sehingga tidak akan muncul pertanyaan –pertanyaan pada pembaca penilian yang sedang dibuat. Ini sedikit tentang gambaran dari saya semoga berguna untuk kedepanya bagi pembaca

Latar Belakang (Penullisan Skripsi Pendidikan)

saya disini cuma akan memberikan saran penulisan untuk latar belakang terutama penulisan skirpsi, sebenarnya dalam penulisan latar belakang itu adalah simpel namun kadang menjadi sebuah kendala dalam penyusunan skripsi hal ini menjadi masalah bagi sipenulis skripsi. pada kali ini saya akan memberikan sedikit gambaran untuk penulisan skripsi terutama latar belakang untuk skripsi pendidikan , sebelum menentukan judul untuk penelitian alangkah baiknya kita melakukan observasi awal untuk atau studi awal anggar lebih matang sebagai penulisan latar belakang. observasi awal sangat berguna untuk bukti otentik atau secara dokumentasi tentang apa yang dibutuhkan, contoh penelitain experimen di suatu instasi pendidikan atau sekolah tentang penggunaan media pemebelajaran tentang kompetesi yang akan diteliti"apakah disekolah itu butuh atau tidak?,sudah ada atau tidak", dengan membuat angket kebutuhan. pembuatan angket kebutuhan disesuaikan untuk guru dan siswa. angket kebutuhan tersebut diberikan kepada responden, setelah mendapatkan hasil lalu diolah dan dapat digunakan sebagai latar belakang untuk melakuakan penelitaian, sehingga judul penelitian sulit terbantahkan karena memiliki data kebutuhan yang otentike, dan jika angket yang dibuat ternyata berkebalikan atau tidak sesuai harapan yang akan diteliti, harus diganti topiknya. memamng terlihat lebih rumit namun secara dokumentasi itu lebih kuat dan sulit untuk dibatahkan karna merujuk dengan kebutuhan pada lapangan. dalam penulisan latar belakang harus sedikit cermat dan tepat dalam pemilihan bahasa anggar nanti tidak menimbulkan miskonsepsi si pembaca entah siapapun. alangkah baiknya penulisanya kalimat selain ada kalimat teoritis diberikan kalimat secara opersional selain itu juga diberikan contoh jika bisa. maka latar belakang akan terlihat kuat, dan sulit untuk menjadi celah menjatuhkan, dan terlihat bagus bagi pembaca. setalah diulas sedikit tentang penulisan latar belakang semoga dapat memeberiakan pandadanga kepada pembaca sekalian dalam penulian karya ilmiah atau skirsi mengenai pendidikan. semoga bermanfaat