Jumat, 06 Desember 2013
LANDASAN TEORI
Pada kali saya kan sedikit berbagi tentang menulis referensi untuk landasan teori pada penelitian untuk pendidikan. Dari ilmu yang saya peroleh dan pengalaman teman-teman saya untuk penulisan landasan teori kadang memng tidak menjadi hal yang ditakuti untuk para penulis namun hal seperti ini yang perlu digaris bawah karena jangan sampai saaat penulisan untuk landasan tori materi atau hal – hal yang ada pada buku itu ditulis semua sama dengan yang dibuku, tidak tersebut kurang baik karena hanya mengcopi saja istilahnya alangkah bijaknya bila penulisan pada landasan teori mengambil inti kalimatnya saja lalu mengembangkan kata – kata terseut dengan bahasa peneliti sendiri.
Untuk sumber – sumber dalam penulisan landasan teoi itu bisa dari buku, artikel/jurnal, internet dan lain –lain yang menunjang dengan penelitian yang sedang dilakukan. Penggunaaan jurnal sebagai sumber sangatlah berguna bahkan sangat penting yaitu penelitian terdahulu mengenai topik penelitian yang sedang dikerjakan karena dapat sebagi referensi apa yang dikerjakan sja dalam penelitaian dan penggunaan jurnal terdahulu ketika saya mengalaminya harus ada dua untuk memperkuat dan berkaitan dengan penelitian yang dilakukan.
Saat penulisan landaan teori ada hal yang tak boleh dilupakan yaitu penulisan pengarang, halaman dan tahun buku, selain ditulis pada daftar pustaka yang secara lengkap juga ditulis di kaliamat tau kata – kata yang dikutup dalam penulisan dengan formal yang ditentukan, contoh (Sudjana,272 : 2002) itu merupakan hal yang wajib, karena kita mengutip salah satu kalimat falam bukunya dan juga sebagai penghargaan terhapap karya seseorang yang kita pakai.
Penulisan landasan teori berdasarkan pengalaman saya, selain menuliskan secara konseptual sesuia dengan buku atau sumber juga harus diberi kalimat secara oprasional. Mengapa perlu menggunakan kalimat opersional? Karena ddengan kalimat opersional dapat menjelaskan kalimat koseptual yang mungkin sulit dipahami pembaca menjadi mudah, jika nantinya hasil penelitian dipublikasikan tidak semua orang dapat menafsirkan atau memilikir pemikiran yang sama dan oleh sebab itu kalimat tersebut dijelaskan dengan bahasa yang mudah dipahami oleh pmebaca nanti, jika bisa diberi contohnya untuk mempermudah penyerapan.
Dalam landasan teori harus ada bagian yang menjelaskan kerangka berfikir penelitaian yang sedang dilakukan kerangka berfikir bisa dalam bentuk kalimat ataupun bagan. Jika kerangka berfikir akan dibuat bentuk kalimat dalam bentuk narasi, disitu menceritikan tetang alasan melakukan penelitian hampir sma dengan latar belakang menurut saya. Jika dibuat bagan maka akan mempersimpel tamplan namun kadang tidak semua orang bisa merima dengan seperti itu dan alangkah baiknya disesuaikan saja dengan kebutuhan.
Hal yang perlu ada selanjutnya adalah mengenai hipotesa atau jawaban sementara mengenai penelitaian ada jika meliahat kerangka berfikir yang diuraikan. pada kerangka berfikir memperikan jawaban atau dugaan sementara mengenai penelitian yang dilakuakan sebelum diuji secara empiris atau dengan yang lain.
Sekian dari saya seoga bermanfaat bagi pembaca
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






0 komentar:
Posting Komentar